Studi: Makin Banyak Anggota Keluarga, Makin Rendah Kemampuan Bicara Anak

Written By Mafut on Minggu, 02 Februari 2014 | 13.43

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Dalam sebuah keluarga dengan anak lebih dari dua atau tiga, seringkali anak yang paling muda tak mendapatkan perhatian khusus dari kedua orang tuanya. Lalu bagaimana mereka bisa berkembang dan belajar bicara? Kakaknya mungkin bisa membantu.

Hal itu dikemukakan sebuah studi terbaru dari Kanada. Peneliti menyadari pasangan dengan banyak anak biasanya kurang memperhatikan perkembangan anak-anak mereka, terutama kepada yang paling muda. Namun hal ini dapat dikompensasi dengan interaksi yang sehat antara si bungsu dengan kakak-kakaknya, atau saudara yang lebih tua.

Riset sebelumnya mengungkap anak dari keluarga besar cenderung memiliki skor tes perbendarahaan kata dan IQ yang lebih rendah daripada yang anggota keluarganya lebih sedikit.

Peneliti Jennifer Jenkins menjelaskan makin banyak anggota keluarganya, makin rendah kemampuan bahasa dan IQ si anak. Sebab bila pasangan memiliki anak kedua, maka perhatian yang dulunya mereka berikan untuk anak pertama akan terbagi dua. Kondisi ini kemudian berpengaruh terhadap proses pembelajaran si anak.

Untuk itu peneliti mencoba mengaitkan pengaruh hubungan saudara yang lebih tua dengan kemampuan bahasa dan IQ seorang anak, terutama dalam mengisi kekosongan perhatian dari orang tua.

Peneliti mengamati sejumlah keluarga dari Toronto, Kanada, dan mengumpulkan 385 anak dengan kakak yang usianya minimal empat tahun lebih tua. Interaksi antara sang ibu dengan si bungsu kemudian dinilai, begitu juga interaksi sang kakak dengan si adik. Misalnya menilai yang mana yang lebih sensitif dengan kemampuan anak dan memberikan timbal-balik yang positif, apakah si kakak atau sang ibu.

Perbendaharaan kata si anak juga dites, yaitu dengan meminta anak menunjuk suatu gambar setelah nama benda yang ada di gambar tersebut diucapkan oleh peneliti. Ternyata anak yang punya banyak saudara dipastikan memiliki skor tes perbendarahaan kata yang lebih rendah ketimbang anak yang keluarganya lebih kecil.
Sebaliknya, anak yang diketahui memiliki interaksi yang tinggi dengan kakaknya cenderung mendapatkan skor yang lebih tinggi daripada anak yang tak begitu dipedulikan oleh kakaknya.

Belum puas, Jenkins kemudian berencana melakukan percobaan untuk membuat sebuah program yang dapat mendorong agar para kakak menjalin interaksi yang lebih baik dengan adik-adiknya, khususnya untuk memastikan apakah hal itu dapat mempengaruhi kemampuan kognitif adik-adiknya atau tidak.

Kendati begitu Jenkins mengakui bila studinya masih memperlihatkan keterbatasan, antara lain karena peneliti tidak mengamati interaksi seperti apa yang dimiliki kakak dan adik ini.

"Yang jelas keberadaan saudara benar-benar memainkan peranan sangat kuat dalam karakteristik seorang anak. Saya juga ingin orang-orang lebih banyak berpikir bahwa hubungan persaudaraan itu lebih dari sekadar hubungan darah dan mencari tahu bagaimana cara menguatkannya," tandasnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/2/2014).

Ditulis Oleh : Mafut ~Free Download Software And Movies

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Studi: Makin Banyak Anggota Keluarga, Makin Rendah Kemampuan Bicara Anak yang ditulis oleh Free Download Software And Movies yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 13.43

0 komentar:

Posting Komentar